HWOARANGNEWS.com | Master Suyasto (DAN VII) menyampaikan salah satu kunci sukses menekuni dunia Taekwondo adalah latihan dengan disiplin. Ia menekankan dengan latihan disiplin maka prestasi akan menyusul.
Sedangkan untuk mengatasi rasa malas atau jenuh berlatih, kuncinya para siswa harus senang atau tepatnya cinta pada Taekwondo dan memiliki target ke depan.
Selain itu, berlatih Taekwondo juga ada waktunya. Ia menyarankan sebaiknya anak-anak dimulai dari kelas 3 SD atau pada usia 8-9 tahun.
"Usia segitu sudah memiliki pemahaman. Di satu sisi kalau sudah dewasa agak susah karena kesibukan mereka masing-masing," jelasnya.
Master Suyasto menegaskan, dengan tekun dan rajin latihan, maka para siswa akan mampu menguasai seni olahraga bela diri yang dipertandingkan di olimpiade ini. Ia juga menyebut idealnya minim seminggu empat kali latihan.
"Juara itu bonus tetapi proses harus kita lewati," ingatnya.
Pelatih Utama Taekwondo dari Daerah Istimewa Yogyakarta ini memaparkan, banyak hal positif yang dapat diraih dari ikut Taekwondo. Tidak hanya aspek fisik semata, seperti keahlian bertarung. Namun, Taekwondo juga menekankan pengajaran aspek disiplin mental.
Master Suyasto berpesan, terus semangat berlatih dan tidak hanya berpikir sekadar jadi atlet, karena jadi atlet memiliki usia maksimal yakni 27 tahun. Diungkapkan pula, saat ini Taekwondo semakin berkembang. Terbukti setiap kali menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) di wilayah DIY saja ada 2000-3000 peserta yang mengikuti.
Karena itu, mulai saat ini, para siswa diharap tidak malas-malasan kemudian berhenti begitu saja usai mendapat sabuk merah atau sabuk hitam. Tetapi harus berpikir untuk nantinya bisa jadi juri, jadi pelatih dan mengembangkan Taekwondo di daerah masing-masing.
Lebih lanjut, pria berusia 61 tahun dan berlatih Taekwondo sejak 1981 ini memaparkan pengalamannya. Dia juga memotivasi para peserta buka bersama Kalingga Taekwondo Club (KTC), Sumberagung, Moyudaan, Sleman, Minggu 16 Maret 2025.
Setiap tahun sekali Keluarga besar Kalingga Taekwondo Club (KTC) menggelar buka bersama meriah seperti ini. (Foto: Fajar Rianto / Ketik.co.id)
Hampir senada, Ketua Umum Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Kabupaten Sleman Sabeum Asep Riyadi menambahkan, meski sudah berprestasi setinggi apapun, para siswa diingatkan untuk tidak melupakan siapa yang pertama kali menjadi pelatihnya.
"Jangan lupa dari mana kita belajar. Jangan pernah lupa siapa yang pertama kali mengajar kita Taekwondo," pesannya.
Kepada para siswa Kalingga, ia juga menyampaikan berbagai hal positif yang bisa diraih dengan mengikuti Taekwondo. Serta mengungkapkan saat ini di DIY hanya ada tiga pelatih utama Taekwondo, yakni master Master Soetopo, Master Fahmi dan Master Suyasto.
"Tidak terlihat kan, yang ada di depan kita adalah Master Suyasto DAN VII Kukkiwon," jelasnya.(Ketik.co.id)